Hehe, apa jadinya jika berbagai karakter tokoh film muncul bersamaan dan saling bertanding bola dengan kekuatan masing masing. Apa karakter favorit kalian??
Kamis, 07 Mei 2015
Selasa, 05 Mei 2015
Sudahkah Anda Menyimpan Obat Dengan Benar ?
Dear sahabat
Wisnu
Bagaimana
kabar kalian? Semoga selalu sehat. Penulisan kali ini akan mengulas mengenai
penyimpanan obat
Kenapa sich obat
harus disimpan?
Barangkali
ada yang beralasan harus menyimpan obat karena pemberian dari pujaan hatinya,
pas sedang sakit. Sehingga obat tersebut akan selalu disimpan selamanya. Selalu
dikenang di hati dan obatnya akan dimuseumkan. Cieeeeee, so
sweeeeeet....hahaha.
Obat memang
harus disimpan, terutama jika obat itu tidak dihabiskan dalam sekali minum.
Apalagi jika obat tersebut digunakan secara rutin, misal untuk penyakit
penyakit yang menerus (hipertensi, kencing manis, dan sebagainya)
Jika
penyimpanan obat tidak tepat, malah justru akan membuat obat menjadi rusak dan
berbahaya jika digunakan.
Apa tanda
tanda kerusakan obat?
Tanda yang
bisa diamati secara sederhana adalah adanya perubahan fisik pada bentuk obat,
yang berbeda dengan kondisi di awal. Perubahan ini dapat berupa perubahan
bentuk, warna, bau, ataupun rasa.Contohnya adalah puyer yang menjadi lembab,
kapsul yang menjadi lengket, tablet yang menjadi berbintik bintik, ataupun
cairan yang menjadi keruh.
Apa
penyebab obat bisa rusak?
Obat dapat
rusak karena berbagai hal. Misal adanya air yang membuat puyer ataupun kapsul
menjadi lembek. Obat mempunyai karakteristik sendiri sendiri. Lembabnya puyer/
lengketnya kapsul dikarenakan obat yang di dalam puyer/kapsul itu memang
mempunyai sifat higroskopis (mudah menyerap uap air di udara).
Obat dapat
juga rusak akibat suhu tinggi. Misalnya saja sediaan suppositoria (sediaan obat
yang dimasukkan ke dubur/anus, misal pada kasus konstipasi/sembelit). Sediaan
ini harusnya disimpan di dalam suhu dingin/ dalam kulkas (BUKAN di freezer).
Sediian ini akan mencair dan rusak jika dibiarkan disimpan di suhu kamar.
Bagaimana
penyimpanan obat yang benar??
Berikut
aturan tentang penyimpanan obat yang benar yang saya ambil dan saya modifikasi
sedikit tanpa mengubah maknanya. Saya ambil dari Pedoman Penggunaan Obat Bebas
dan Bebas Terbatas, terbitan Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik,
Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Departemen Kesehatan tahun 2006.
1. Jauhkan
penyimpanan obat dari jangkauan anak anak
Anak anak
cenderung menyukai sesuatu yang berwarna mencolok dan berasa manis. Anak anak
juga bisa sakit jika daya tahan tubuhnya lemah. Banyak sekali produk obat yang
dikemas dengan warna yang mencolok. Sering kita lihat iklan televisi yang
menawarkan sirup obat ataupun tablet penurun panas dengan rasa buah. Tentu bisa
kita bayangkan, jika obat tersebut selalu diminum anak dengan alasan rasanya
enak, meskipun si anak tidak sakit. Kalaupun orang tua sudah melarang, jika
obat mudah dijangkau anak tentu hal ini sangat berbahaya. Padahal dosis obat
untuk anak dan dewasa jelas berbeda.
2. Simpan
obat dalam kemasan aslinya, dan dalam wadah tertutup rapat
Setiap
obat yang dikemas oleh pabrik, selalu dikemas dalam wadah yang menjamin
stabilitas obat selama didistribusikan ataupun disimpan di apotek/tangan
konsumen. Contohnya misal sediaan obat yang dikemas dalam wadah berwana gelap
(coklat tua) dari kaca. Obat tersebut dikemas demikian, karena obat itu sangat
mudah rusak jika terkena sinar matahari.Oleh sebab itu, jangan memindahkan isi
obat ke dalam wadah lain, meskipun wadah itu sangat kamu suka (karena
imut dan lucu bangeeeeeet hehehe)
Contoh
obat yang harus disimpan dalam wadah rapat adalah tetes mata. Sediian obat ini
memang menggunakan pelarut yang steril. Sehingga bisa dibayangkan, jika wadah
tetes mata tidak ditutup rapat, ada kemungkinan bisa terkontaminasi bakteri dan
mikroba lain.
Hal ini
bukannya menyembuhkan mata, tapi malah membahayakan mata.
3. Ikuti
petunjuk penyimpanan obat sesuai petunjuk di kemasan obat.
Bacalah
informasi yang ada di kemasan obat. Biasanya jika tidak dikatakan lain, obat
lebih sering disimpan di tempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari.
4. Jangan menyimpan obat yang sudah kadaluarsa di kotak P3K
Ini sich kurang
kerjaan. Mungkin karena alasan di awal tadi ya ^^ (terkait obat pemberian
pujaan hati)
Ingat
bahwa setelah tanggal kadaluarsa lewat, obat menjadi kurang efektif dan ada
yang malah toksik. Hal ini jelas membahayakan orang lain, seandainya obat
lepasan tersebut dikonsumsi orang lain.
Alangkah
baiknya obat disimpan bersama kemasan aslinya. Jika memang obat berupa lepasan,
ada baiknya mencatat waktu kadaluarsanya.
Demikian
tulisan yang singkat ini, semoga bisa memberi manfaat bagi pembaca.
Sebarkanlah
ilmu meskipun hanya sedikit.
Sampai
jumpa di penulisan selanjutnya .............
By:
Unknown
On 17.19
Senin, 04 Mei 2015
Mengenal Tablet Dispersibel
Dear sobat Wisnu, bagaimana kabar kalian? semoga selalu sehat
Penulisan kali ini akan menjelaskan singkat mengenai tablet dispersibel. Pernah denger ?? tablet ini bukan tablet gadget itu lho hehehe. OK dech langsung ke TKP saja ya.
Apa sih tablet dispersibel ?
Tablet dispersibel merupakan variasi bentuk tablet yang dibuat dengan tujuan agar tablet cepat mengalami disintegrasi (bahasa awamnya adalah mudah melarut) dan hancur dalam mulut sehingga zat aktif dapat segera diabsorbsi. Cepat disini adalah dalam hitungan detik ataupun beberapa menit.
Apa bedanya dengan tablet lainnya ?
Tablet konvensional biasa ditelan dalam bentuk utuh, dan mengalami disintegrasi dan pelepasan zat aktifnya dalam saluran pencernaan. Sedangkan tablet dispersibel akan melarut dalam hitungan detik/beberapa menit ketika diletakkan di dalam mulut.
Untuk siapa tablet dispersibel dibuat ?
Sediaan ini dibuat untuk pasien pasien yang kesulitan mengkonsumsi obat dalam bentuk sediaan padatan (tablet) misal bayi, pasien pediatrik, ataupun lansia/geriatrik.
Apa keuntungan tablet dispersibel?
1. meningkatkan kepatuhan pasien karena tidak merasakan kesakitan/kesulitan, rasa tablet yang lebih nyaman (tidak pahit)
2. proses disintegrasi obat lebih cepat sehingga onset (waktu obat dilepaskan dari bentuk sediaan sampai berefek) lebih cepat
Bagaimana cara penggunaannya ?
Larutkan tablet dalam 1 sendok air, dan biarkan melarut (sampai 30 detik) , lalu diminum sesuai aturan pakai
Demikian, semoga informasi sedikit ini bisa bermanfaat bagi sobat Wisnu semua
Salam sehat
By:
Unknown
On 11.41
Langganan:
Postingan (Atom)




